Daily News | Jakarta – “Kita sangat mengharapkan, figur Anies dengan ide-ide cemerlangnya diyakini akan menjadi magnet untuk melekat ke Prabowo demi kepentingan dan masa depan bangsa dan negara.”
Saat ini, dipandang dari sudut manapun, kehidupan di Indonesia tidak baik-baik saja. Di samping keadaan ekonomi dan sosial tidak memberikan ketenangan atas masa depan yang sangat jauh dari kemakmuran dan kesejahteraan, kita pun tidak memiliki tokoh yang bisa ditiru dalam tindakan dan ucapannya. Anies Rasyd Baswedan menjadi satu-satunya tokoh yang fasih berbicara tentang akan dibawa ke mana negara dan bangsa kita ini.
Pengamat politik yang juga ahli ekonomi dan perbankan syari’ah Ben Bendri Ermanto menyatakan hal itu kepada KBA News, Sabtu, 14 Juni 2025 memberikan tanggapan atas banyaknya undangan kepada tokoh Perubahan yang juga Capres 2024 Anies Baswedan untuk memberikan pendapat dan pandangannya ke univeritas dan dunia akademis. Boleh dikatakan, hanya Anies yang menjalankan peran itu. Mantan pejabat lain, apalagi mantan Presiden Jokowi, tidak mampu untuk menjalankan peran seperti itu.
Sebagaimana diketahui, sejak pensiun cari Gubernur DKI Jakarta, dikalahkan secara tidak wajar di Pilpres 2024 dan dijegal sebagai calon Gubernur DKI Jakarta, Anies menjalankan peran memberikan ceramah di kalangan intelektual dan kampus. Dia sudah menyambangi kampus-kampus besar dan juga tempat diskusi yang menggunakan akal dan pikiran. Tidak hanya itu, dia juga diminta menjadi khotib solat id dan Jum’at, terakhir sebagai khotib di solat idul adha di Masjid Agung Al-Azhar. Rencananya pada Rabu, 18 Juni dia akan berceramah di Universitas Islam Bandung (Unisba). Dalam setiap kehadirannya, Anies disambut meriah dan antusias oleh ribuah penggemar.
Menurut Bendri, saat ini banyak orang yang merasa tidak aman di negara ini. Perkembangan ekonomi tidak baik. 10 tahun pemerintahan Jokowi gagal untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat. Pengangguran di mana-mana, PHK terjadi hampir setiap hari. Kehidupan makin susah, Yang lebih menyedihkan, begitu banyak pejabat yang hidup mewah, berpoyah-poyah menikmati hasil korupsi haram mereka.
Kondisi terkini begitu memprihatinkan. Bahkan Bank Dunia merilis pernyataan yang mengejutkan yang mempermalukan pemerintah Indonesia. Bank Dunia menyebutkan 194 juta dari 270 juta penduduk Indonesia berada di bawah garis kemiskinan. Ini artinya, sebanyak 71 persen penduduk Indonesia masuk dalam kategori miskin.
“Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dari data Biro Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan penduduk miskin Indonesia cuma 24 juta atau sekitar 8,7 persen. Mana yang kita percayai? Yang jelas angka Bank Dunia itu bukan asal-asalan dan tebak-tebakan. Sekelas Bank Dunia merilis angka itu tentu sudah melalui kajian-kajian konkrit dan tervalidasi,” kata Ketua Umum DPP Simpul Relawan Rumah Bagonjong itu.
Isi kekosongan literasi
Ditambahkannya, dalam kondisi tidak menentu itulah, Anies mengisi kekosongan literasi dan inteletual Indonesia. Dia adalah seorang akademis dan cenkiawan yang punya banyak ilmu dan pandangan tentang peradaban, perubahan sosial ekonomi kerakyatan dan politik. Latar belakang pendidikannya baik di UGM maupun di Amerika membuat dia fasih dan mahir menjelaskan kondisi bangsa dan negara saat ini. Tidak bisa disangkal, dia jauh lebih mengerti Indonesia dibandingkan dengan mantan Presiden Jokowi atau Wapres Gibran Rakabuming Raka yang merupakan anak Jokowi.
Tidak bisa dipungkiri oleh siapapun, banyak gagasan dan ide tentang masalah bangsa dari Anies yang sekarang ini terbukti valid dan dibenarkan orang. “Kelebihan Anies adalah dia mampu meramu dan membuat pikiran logis dan masuk akal tentang apa yang terjadi. Kemudian dia mampu untuk menarasikan kepada audiens pendengarnya. Dia pun menawarkan jalan keluar berupa solusi. Kemampuan seperti itu yang tidak dimiliki anak-beranak keluarga Jokowi. Literasi dan narasi mereka sangat terbatas dan terbata-bata,” kata Ketua DPW Asosiasi Penambangan Rakyat Indonesia (APRI) Sumatera Barat itu.
Karena itu, tambahnya, fenomena Anies diundang ke kampus-kampus ternama tanah air dan seminar-seminar serta forum-forum diskusi kebaikan bangsa adalah bukti nyata bahwa ide-ide Anies untuk kemajuan dan perbaikan ekonomi kerakyatan sangat relevan dan berguna. Apalagi pendengar Anies dberasal dari kalangan intelektual terdidik yang sangat banyak dan berpengaruh.
“Saya yakin pemerintah Prabowo dalam hal ini, lambat laun akan merangkul Anies untuk menyatukan dan membangun visi kebangsaan dan bernegara. Melihat cara Prabowo memiimpin negara Indonesia, rasanya tidak berlebihan jika kita katakan dia akan membuka diri dengan lawan politiknya untuk kepentingan bangsa dan negara yang lebih besar,” kata salah seorang Pengurus DPP Persatuan Keluarga Daerah Pariaman (PKDP) itu.
Dia sangat mengharapkan, figur Anies dengan ide-ide cemerlangnya diyakini dan diharapkan akan menjadi magnet untuk melekat ke Prabowo demi kepentingan dan masa depan bangsa dan negara. demikian Ben Bendri Ermanto. (DJP)



























