Daily News | Jakarta – “Tiga persoalan utama di atas menjadi sorotan publik yang membuat Anies menjadi fenomena bahkan solusi bagi arah perjuangan dan pembangunan bangsa dalam meluruskan jalan dan menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.”
Begitulah, masyarakat saat ini mengalami situasi kekurangan contoh yang baik dan bisa diikuti. Mereka tiap hari disuguhkan tokoh yang tingkah lakunya tidak terpuji, penuh kebohongan, kemunafikan dan basa-basi. Mereka menghendaki panutan dan suri teladan. Semua itu mereka temui di sosok tokoh Perubahan dan Pelopor Aksi Bersama Anies Rasyid Baswedan, yang merupakan tokoh yang berhasil memerintah DKI Jakarta periode 2017-2022.
Eksponen Angkatan Reformasi 98 yang juga mantan Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) periode 1997-1999 Abba Thaher Lamatapo menyatakan hal itu kepada KBA News, Jum’at, 13 Juni 2025 menyinggung banyak permintaan dari kampus kepada Anies untuk menjadi pembicara guna menyampai ide dan gagasan tentang Indonesia di masa depan. Dia sudah berbicara di kampus-kamous besar. Terakhir dia akan memaparkan pikirannya di Universitas Islam Bandung (Unisba) pada 18 Juni mendatang.
“Fenomena Masyarakat yang sangat gencar menghadirkan tokoh atau sosok pemimpin yang Autentik seperti Tokoh Penggagas perubahan yang juga sosok yang Transformatif dalam bidang pendidikan dan pembinaan karakter bangsa seperti Dr. H. Anies Rasyid. Baswedan. Phd di berbagai momentum, justru menjadi sorotan publik karena kalangan kampus menganggap tokoh ini dipastikan terbukti melakukan perubahan dengan gagasan, rekam jejak dan juga prestasinya,” kata Ketua Umum simpul relawan Jaringan Pendidik Nasional (Jardiknas) itu.
Masyarakat saat ini, tambahnya, sedang mengalami situasi ekonomi, sosial, politik dan keamanan yang kurang menguntungkan di tengah-tengah krisis dalam negeri maupun krisis global akibat perang dan pertikaian antar-bangsa, sementara situasi dalam negeri mengalami penurunan daya beli, akibat melambungnya harga-harga dan langkanya kebutuhan pokok ( Sembako).
Belum lagi masyarakat dihadapkan pada terbongkarnya skandal-skandal megakorupsi, penegakkan hukum yang masih tebang pilih, pengangguran di mana mana, bencana dan meningkatnya tingkat kriminalitas yang makin merajalela. Semua ini membuat Masyarakat semakin cemas, bahkan bisa membuat tingkat kepercayaan dan harapan terhadap Pemerintahan saat ini semakin tergerus.
Hal itu diperparah ooeh situasi bangsa dan negara yang belum mengalami perubahahan yang signifikan bahkan janji-janji kampanye Presiden Prabowo setelah terpilih dengan Kabinet Merah-Putihnya, belum memperlihatkan hasil yang mengarah kepada perubahan, baik secara ekonomi maupun sektor-sektor lain. Lebih dari itu, Prabowo bekerja sejak dilantik terkesan retorik dan lebih mengedepankan pencitraan ketimbang substansi.
Cari figur baru
Situasi seperti inilah yang membuat masyarakat mulai mencari sosok pemimpin yang bisa memberikan solusi ketimbang retorika dan pencitraan yang mengalihkan perhatian publik untuk melupakan persoalan substantif yang sesungguhnya. Sosok sepert itu, tidak bisa lain, jatuh kepada ketokohan yang ditunjukkan oleh Anies Rasyid Baswedan.
“Fenomena ini terlihat saat begitu banyak elemen masyarakat, dari Sabang sampai Merauke, tidak terkecuali kaum Akademisi Perguruan tinggi yang mengambil peran untuk mengundang mantan Capres 2024 itu agar bisa memberikan pikirannya di berbagai momentum untuk berbagi pikiran dalam solusi bagi bangsa dan negara,” kata Abba.
Momentum di atas bisa terlihat di Bandung pada Rabu, 18 Juni 2025 di Universitas Islam Bandung (UNISBA), sebuah Kampus yang menjadi harapan masa depan Umat Islam, khususnya di Jawa Barat. Di sana akan menggelar kegiatan akademik ceramah dan kuliah umum yang akan menghadirkan Tokoh penggagas Indonesia Mengajar itu, yang dapat dipastikan akan dihadiri oleh ribuan orang, terutama dari kalangan muda terdidik.
Menurutnya, fenomena ini terjadi karna ada beberapa faktor penyebabnya. Pertama, upaya Pemerintahan saat ini setelah pemilu 2024 , untuk melakukan perubahan dan pembenahan di berbagai sektor terutama di bidang ekonomi belum mengalami efek perubahan apapun secara masif. Ekonomi tetap mandek dan stagnan.
Kedua, hal yang paling utama yang menjadi harapan publik selain pembenahan di bidang ekonomi adalah penegakan hukum dan tegaknya keadilan, sama sekali belum terlihat. Hal ini terlihat dari penegakan hukum yang tidak transparan, pisau hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas. Urusan skandal pagar laut di PIK-2, pemaksaan tanah rakyat di Rempang. Lalu disusul dengan skandal Tambang Raja Ampat. Terakhir pemindahan administrasi emoat pulau di Aceh ke wilayah Administrasi Sumatera Utara. Itu semua semakin menunjukkan makin lemahnya penegakan hukum.
Ketiga, selama Pemerintahan Prabowo dengan Kabinet Merah Putih-nya yang masih diisi oleh rezim Joko Widodo maka masyarakat menganggap tidak akan pernah ada perubahan, semuanya hanya drama retorika tanpa solusi. Menurutnya, itu hanya retorika tanpa arah dan tujuan yang pasti, hanya berdasarkan omon-omon kosong gaya Prabowo.
“Tiga persoalan utama di atas menjadi sorotan publik yang membuat mengapa Anies menjadi Fenomenal bahkan menjadi solusi bagi arah perjuangan dan pembangunan bangsa dalam meluruskan jalan dan menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia,” demikian Abba Thaher Lamatapo. (EJP)



























