Daily News Indonesia
Jumat, Agustus 29, 2025
  • Home
  • News
    • All
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Politics
    • Science
    Ulama minta KDM tidak pertentangkan Islam dengan budaya Sunda

    Ulama minta KDM tidak pertentangkan Islam dengan budaya Sunda

    Woosh warisan Jokowi yang kini hanya jadi beban negara

    Woosh warisan Jokowi yang kini hanya jadi beban negara

    Saat tersangka, Tom Lembong pesan Anies harus tega korbankan dirinya

    Saat tersangka, Tom Lembong pesan Anies harus tega korbankan dirinya

    Buzzer mengacaukan informasi resmi pemerintah

    Buzzer mengacaukan informasi resmi pemerintah

    Anies harus modifikasi semangat Diponegoro agar lestari di era baru

    Anies harus modifikasi semangat Diponegoro agar lestari di era baru

    Anies: sistem perpajakan seakan menjaring ikan hanya di permukaan

    Anies: sistem perpajakan seakan menjaring ikan hanya di permukaan

    Trending Tags

    • Trump Inauguration
    • United Stated
    • White House
    • Market Stories
    • Election Results
  • Tech
    • All
    • Apps
    Jawaban obyektif AI jika ditanya apakah Jokowi presiden terburuk di dunia

    Jawaban obyektif AI jika ditanya apakah Jokowi presiden terburuk di dunia

    Petra Christian University raih marketplace berbasis AI terbaik di Asia

    Petra Christian University raih marketplace berbasis AI terbaik di Asia

    Trending Tags

    • Nintendo Switch
    • CES 2017
    • Playstation 4 Pro
    • Mark Zuckerberg
  • Lifestyle
    • All
    • Budaya
    • Health
    • Travel
    Berlebaran gaya Betawi: Habib, Mudik, Milir, hingga ngejot

    Berlebaran gaya Betawi: Habib, Mudik, Milir, hingga ngejot

    Restoran Kanibal: Menu Daging Manusia

    Restoran Kanibal: Menu Daging Manusia

    Restoran Kanibal Menyuguhkan Daging Manusia Itu Memang Ada!

    Restoran Kanibal Menyuguhkan Daging Manusia Itu Memang Ada!

    Ini Khasiat Jahe Merah dan Pinang Muda untuk Vitalitas Pria

    Ini Khasiat Jahe Merah dan Pinang Muda untuk Vitalitas Pria

    Kearifan Lokal dan Budaya Masa Silam yang Hampir Punah

    Kearifan Lokal dan Budaya Masa Silam yang Hampir Punah

    Lebih Akrab dengan Pengobatan Kepret Ala Sinshe Awi Bagian I

    Lebih Akrab dengan Pengobatan Kepret “Ala” Sinshe Awi (Bagian I)

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Game of Thrones
    • MotoGP 2017
    • eSports
    • Fashion Week
  • Kolom
  • Entertainment
    • All
    • Movie
    • Sports
    Timnas Garuda menuju piala dunia 2026

    Timnas Garuda menuju piala dunia 2026

    Islamofobia ala Bollywood:  akankah menular ke Indonesia?

    Islamofobia ala Bollywood: akankah menular ke Indonesia?

  • DNI TV
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • All
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Politics
    • Science
    Ulama minta KDM tidak pertentangkan Islam dengan budaya Sunda

    Ulama minta KDM tidak pertentangkan Islam dengan budaya Sunda

    Woosh warisan Jokowi yang kini hanya jadi beban negara

    Woosh warisan Jokowi yang kini hanya jadi beban negara

    Saat tersangka, Tom Lembong pesan Anies harus tega korbankan dirinya

    Saat tersangka, Tom Lembong pesan Anies harus tega korbankan dirinya

    Buzzer mengacaukan informasi resmi pemerintah

    Buzzer mengacaukan informasi resmi pemerintah

    Anies harus modifikasi semangat Diponegoro agar lestari di era baru

    Anies harus modifikasi semangat Diponegoro agar lestari di era baru

    Anies: sistem perpajakan seakan menjaring ikan hanya di permukaan

    Anies: sistem perpajakan seakan menjaring ikan hanya di permukaan

    Trending Tags

    • Trump Inauguration
    • United Stated
    • White House
    • Market Stories
    • Election Results
  • Tech
    • All
    • Apps
    Jawaban obyektif AI jika ditanya apakah Jokowi presiden terburuk di dunia

    Jawaban obyektif AI jika ditanya apakah Jokowi presiden terburuk di dunia

    Petra Christian University raih marketplace berbasis AI terbaik di Asia

    Petra Christian University raih marketplace berbasis AI terbaik di Asia

    Trending Tags

    • Nintendo Switch
    • CES 2017
    • Playstation 4 Pro
    • Mark Zuckerberg
  • Lifestyle
    • All
    • Budaya
    • Health
    • Travel
    Berlebaran gaya Betawi: Habib, Mudik, Milir, hingga ngejot

    Berlebaran gaya Betawi: Habib, Mudik, Milir, hingga ngejot

    Restoran Kanibal: Menu Daging Manusia

    Restoran Kanibal: Menu Daging Manusia

    Restoran Kanibal Menyuguhkan Daging Manusia Itu Memang Ada!

    Restoran Kanibal Menyuguhkan Daging Manusia Itu Memang Ada!

    Ini Khasiat Jahe Merah dan Pinang Muda untuk Vitalitas Pria

    Ini Khasiat Jahe Merah dan Pinang Muda untuk Vitalitas Pria

    Kearifan Lokal dan Budaya Masa Silam yang Hampir Punah

    Kearifan Lokal dan Budaya Masa Silam yang Hampir Punah

    Lebih Akrab dengan Pengobatan Kepret Ala Sinshe Awi Bagian I

    Lebih Akrab dengan Pengobatan Kepret “Ala” Sinshe Awi (Bagian I)

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Game of Thrones
    • MotoGP 2017
    • eSports
    • Fashion Week
  • Kolom
  • Entertainment
    • All
    • Movie
    • Sports
    Timnas Garuda menuju piala dunia 2026

    Timnas Garuda menuju piala dunia 2026

    Islamofobia ala Bollywood:  akankah menular ke Indonesia?

    Islamofobia ala Bollywood: akankah menular ke Indonesia?

  • DNI TV
No Result
View All Result
Daily News Indonesia
No Result
View All Result
Home News Megapolitan

Gangguan anarkis di acara Forum Tanah Air, tapi mengapa polisi kelihatan kooperatif?

4 Oktober 2024
in Megapolitan
0
Gangguan anarkis di acara Forum Tanah Air, tapi mengapa polisi kelihatan kooperatif?

Daily News | Jakarta – Din Syamsuddin berharap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak meneruskan -praktik buruk merusak demokrasi di era Presiden Jokowi.

Silaturahmi yang digelar oleh Forum Tanah Air di Hotel Grand Kemang Jakarta Selatan, Sabtu, 28 September 2024, diserang oleh sekelompok orang yang bertindak anarkis memporakparandakan panggung, menyobek backdrop, mematahkan tiang mik, dan mengancam para peserta yang baru berhadir.

RelatedPosts

Ulama minta KDM tidak pertentangkan Islam dengan budaya Sunda

Woosh warisan Jokowi yang kini hanya jadi beban negara

Saat tersangka, Tom Lembong pesan Anies harus tega korbankan dirinya

Acara itu sendiri dirancang sebagai dialog antara diaspora Indonesia di manca negara dengan sejumlah tokoh/aktivis tentang masalah kebangsaan dan kenegaraan.

Hadir diundang sebagai narasumber antara lain Refly Harun, Marwan Batubara, Said Didu, Din Syamsuddin, Rizal Fadhilah, Sunarko, selain Tata Kesantra dan Ida N Kusdianti, Ketua dan Sekjen Forum Tanah Air.

Din Syamsuddin mengatakan, sebelum acara dimulai, sekelompok massa yang sebagian ditengarai berasal dari Indonesia Timur, sudah berorasi dari atas sebuah mobil komando di depan hotel.

“Tidak terlalu jelas pesan yang mereka sampaikan kecuali mengeritik para narasumber yang diundang dan membela rezim Presiden Jokowi. Acara baru akan dimulai massa anarkis memasuki ruangan hotel dan mengobrak abrik ruangan. Polisi kelihatan diam membiarkan massa pengacau,” katanya dalam keterangan tertulis diterima KBA News.

Acara akhirnya dimulai dan diubah menjadi konperensi pers. Para pembicara mengecam tindakan brutal kelompok massa dan menyayangkan aparat keamanan tidak menjaga keamanan dan melindungi para tokoh atau warga masyarakat yang berkumpul di ruangan hotel.

Din mengatakan bahwa peristiwa brutal tersebut merupakan refleksi dari kejahatan demokrasi yang dilakukan rezim penguasa saat ini.

Tokoh Muhammadiyah ini berharap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto nanti agar tidak meneruskan bahkan harus mengoreksi praktek-praktek buruk yang merusak demokrasi dan tatanan kehidupan berbangsa bernegara selama era Presiden Jokowi.

“Ketua FTA Tata Kesantra, yang sengaja datang dari New York, mengatakan kejadian itu sangat memalukan, apalagi disaksikan lewat streaming youtube oleh para diaspora Indonesia di 22 negara,” ujarnya.

Sementara itu, Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) mengecam keras tindakan sekelompok orang tidak dikenal (OTK) yang membubarkan acara “Silaturrahmi Kebangsaan Diaspora bersama Tokoh dan Aktivis Nasional” di Hotel Grand Kemang, Jakarta, kemarin.

Terlebih para OTK tersebut memporakparandakan panggung, menyobek backdrop, mematahkan tiang microphone, dan mengancam para peserta yang hadir.

Padahal acara diskusi dan dialog yang digelar Forum Tanah Air (FTA) dan dihadiri sejumlah tokoh sebagai pembicara salah satunya Ketua Dewan Pembina Pimpinan Pusat FOKAL IMM Prof M. Din Syamsuddin itu merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin oleh konstitusi dan UU.

Pasal 28, Pasal 28E ayat (3) UUD 1945, UU HAM dan UU Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum Pasal 18 Ayat (1) sudah jelas mengatur bahwa setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.

“Tindakan yang dilakukan oleh sekelompok orang tidak kenal tersebut merupakan kejahatan demokrasi dan merupakan serangan serius bagi Pancasila dan NKRI karena telah membahayakan implementasi kemerdekaan berkumpul dan berserikat dalam negara demokrasi,” tegas Ketua Bidang Hukum PP FOKAL IMM Dr. Auliya Khasanofa, S.H., M.H., dalam keterangannya kepada KBA News pagi ini.

Oleh karena itu, FOKAL IMM mendesak Polri untuk segera menangkap dan memproses secara pidana para oknum serta dalang dari tindakan persekusi, anarkis, dan pembubaran acara dialog tersebut.

Kemarin, pihak Kepolisian sendiri menegaskan sudah mengantongi nama 10 pelaku yang membubarkan acara dialog dan mempersekusi para peserta yang hadir tersebut. “Ada 10 orang. Sudah kita identifikasi dan ketahui nama-nama pelakunya,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Ade Rahmat Idnal, seperti dilansir Antara.

Pihaknya pun berjanji akan menangkap para pelaku. “Pelaku segera kita tangkap dan proses hukum,” tandasnya.

BPIP

Dalam kesempatan berbeda, Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Dr. Benny Susetyo, mengecam keras aksi kekerasan yang terjadi dalam acara diskusi kebangsaan di Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu, 28 September 2024.

Ia menegaskan bahwa kekerasan tersebut merupakan tindakan yang menghancurkan keadaban Pancasila dan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan serta keadilan.

“Kekerasan ini menghancurkan keadaban Pancasila karena negara yang berdasarkan Pancasila tidak boleh membiarkan kekerasan terjadi,” katanya dalam keterangan resminya diterima KBA News, Minggu, 29 September 2024.

Benny menekankan bahwa tindakan kekerasan, selain melanggar hukum, juga merupakan bentuk penghinaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan yang dijunjung tinggi oleh konstitusi negara. “Kekerasan ini menghina kemanusiaan dan menghina keadilan,” ujarnya.

Menurut Benny, dalam negara yang berlandaskan hukum dan konstitusi, setiap warga negara berhak menyampaikan pendapat dan aspirasinya secara damai, seperti yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945. Diskusi dan dialog harus menjadi sarana utama dalam menyampaikan pandangan, bukan tindakan kekerasan.

“Diskusi adalah cara bermartabat untuk menyampaikan opini dan aspirasi. Ini dijamin dalam UUD 1945 bahwa setiap warga negara berhak menyampaikan pendapat dan aspirasinya,” tambahnya.

Benny juga meminta agar aparat keamanan bertindak tegas terhadap pelaku kekerasan dalam insiden tersebut. Ia menekankan bahwa hukum harus ditegakkan tanpa tunduk pada tekanan kelompok premanisme, yang jika dibiarkan akan melemahkan wibawa negara sebagai negara hukum.

“Aparat keamanan tidak boleh membiarkan hal ini terjadi. Kekerasan yang mengganggu diskusi di Kemang harus diproses secara hukum. Hukum tidak boleh tunduk pada preman, dan harus menjadi pegangan bagi kita semua,” tegas Benny.

Ia mengingatkan bahwa kekerasan yang dibiarkan dapat memberikan imunitas kepada pelaku dan merusak tatanan hukum serta peradaban negara.

Menurut Benny, premanisme yang mendapatkan imunitas dapat menjadi bagian dari cara berpikir, bertindak, dan berelasi dalam masyarakat, yang sangat berbahaya bagi masa depan bangsa.

“Saatnya aparat keamanan bertindak tegas untuk memutus tali kekerasan demi terjaminnya konstitusi. Bernegara adalah berkonstitusi, maka warga negara harus tunduk pada konstitusi,” tegasnya lagi.

Benny menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya menyelesaikan perbedaan pandangan dan pendapat melalui dialog dan argumentasi yang bermartabat, bukan dengan kekerasan yang hanya akan menghancurkan peradaban kemanusiaan. Ia berharap aparat keamanan segera bertindak tegas agar kekerasan tidak menjadi budaya di Indonesia.

“Kekerasan yang dibiarkan akan merusak keadaban hukum. Jangan sampai kekerasan menjadi budaya bangsa ini. Saatnya kita memulihkan peradaban kemanusiaan dan menjadikan Pancasila sebagai hukum tertinggi,” ujarnya. (DJP)

Tags: demokrasi di era Presiden JokowiDin SyamsuddinPresiden Prabowo Subianto
SendShareTweet

Related Posts

Ulama minta KDM tidak pertentangkan Islam dengan budaya Sunda
Megapolitan

Ulama minta KDM tidak pertentangkan Islam dengan budaya Sunda

29 Agustus 2025
Woosh warisan Jokowi yang kini hanya jadi beban negara
Megapolitan

Woosh warisan Jokowi yang kini hanya jadi beban negara

29 Agustus 2025
Saat tersangka, Tom Lembong pesan Anies harus tega korbankan dirinya
Megapolitan

Saat tersangka, Tom Lembong pesan Anies harus tega korbankan dirinya

29 Agustus 2025
Buzzer mengacaukan informasi resmi pemerintah
Megapolitan

Buzzer mengacaukan informasi resmi pemerintah

29 Agustus 2025
Anies harus modifikasi semangat Diponegoro agar lestari di era baru
Megapolitan

Anies harus modifikasi semangat Diponegoro agar lestari di era baru

29 Agustus 2025
Anies: sistem perpajakan seakan menjaring ikan hanya di permukaan
Megapolitan

Anies: sistem perpajakan seakan menjaring ikan hanya di permukaan

29 Agustus 2025
Next Post
Iran Ajak negeri-negeri Muslim bersatu lawan Israel

Iran Ajak negeri-negeri Muslim bersatu lawan Israel

Discussion about this post

Ulama minta KDM tidak pertentangkan Islam dengan budaya Sunda
Megapolitan

Ulama minta KDM tidak pertentangkan Islam dengan budaya Sunda

29 Agustus 2025
0

Mitos Nyi Loro Kidul, sang Penguasa Pantai Selatan itu adalah khas Jawa, bukan Sunda. Di sini nampak betapa lemahnya pengetahuan...

Read more
Woosh warisan Jokowi yang kini hanya jadi beban negara

Woosh warisan Jokowi yang kini hanya jadi beban negara

29 Agustus 2025
Saat tersangka, Tom Lembong pesan Anies harus tega korbankan dirinya

Saat tersangka, Tom Lembong pesan Anies harus tega korbankan dirinya

29 Agustus 2025
Buzzer mengacaukan informasi resmi pemerintah

Buzzer mengacaukan informasi resmi pemerintah

29 Agustus 2025
Anies harus modifikasi semangat Diponegoro agar lestari di era baru

Anies harus modifikasi semangat Diponegoro agar lestari di era baru

29 Agustus 2025
Ulama minta KDM tidak pertentangkan Islam dengan budaya Sunda
Megapolitan

Ulama minta KDM tidak pertentangkan Islam dengan budaya Sunda

29 Agustus 2025
0

Mitos Nyi Loro Kidul, sang Penguasa Pantai Selatan itu adalah khas Jawa, bukan Sunda. Di sini nampak betapa lemahnya pengetahuan...

Read more
Woosh warisan Jokowi yang kini hanya jadi beban negara

Woosh warisan Jokowi yang kini hanya jadi beban negara

29 Agustus 2025
Saat tersangka, Tom Lembong pesan Anies harus tega korbankan dirinya

Saat tersangka, Tom Lembong pesan Anies harus tega korbankan dirinya

29 Agustus 2025
Buzzer mengacaukan informasi resmi pemerintah

Buzzer mengacaukan informasi resmi pemerintah

29 Agustus 2025
Anies harus modifikasi semangat Diponegoro agar lestari di era baru

Anies harus modifikasi semangat Diponegoro agar lestari di era baru

29 Agustus 2025
Daily News Indonesia

Sepekan - Samari - Sam Traveler

Navigate Site

  • Home
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
  • Info Iklan
  • Indeks
  • KBA News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Tech
  • Lifestyle
  • Kolom
  • Entertainment
  • DNI TV

Sepekan - Samari - Sam Traveler