Daily News Indonesia
Jumat, Januari 16, 2026
  • Home
  • News
    • All
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Politics
    • Science
    Di tahun 2026, masalah politik dan hukum harus tuntas agar tidak membebani kita

    Di tahun 2026, masalah politik dan hukum harus tuntas agar tidak membebani kita

    NGO: wacana Pilkada tak langsung didukung elite partai namun ditolak rakyat

    NGO: wacana Pilkada tak langsung didukung elite partai namun ditolak rakyat

    Serang Venezuela cara Trump beri sinyal ke China dan Rusia, AS masih digdaya

    Serang Venezuela cara Trump beri sinyal ke China dan Rusia, AS masih digdaya

    KUHP–KUHAP resmi berlaku,  penegak hukum dihadapkan pada ujian integritas

    KUHP–KUHAP resmi berlaku, penegak hukum dihadapkan pada ujian integritas

    Dino Patti Djalal puji sikap tegas Anies Baswedan soal Venezuela

    Dino Patti Djalal puji sikap tegas Anies Baswedan soal Venezuela

    LBH Muhammadiyah desak polda uji forensik independen ijazah Jokowi

    LBH Muhammadiyah desak polda uji forensik independen ijazah Jokowi

    Trending Tags

    • Trump Inauguration
    • United Stated
    • White House
    • Market Stories
    • Election Results
  • Tech
    • All
    • Apps
    Jawaban obyektif AI jika ditanya apakah Jokowi presiden terburuk di dunia

    Jawaban obyektif AI jika ditanya apakah Jokowi presiden terburuk di dunia

    Petra Christian University raih marketplace berbasis AI terbaik di Asia

    Petra Christian University raih marketplace berbasis AI terbaik di Asia

    Trending Tags

    • Nintendo Switch
    • CES 2017
    • Playstation 4 Pro
    • Mark Zuckerberg
  • Lifestyle
    • All
    • Budaya
    • Health
    • Travel
    Berlebaran gaya Betawi: Habib, Mudik, Milir, hingga ngejot

    Berlebaran gaya Betawi: Habib, Mudik, Milir, hingga ngejot

    Restoran Kanibal: Menu Daging Manusia

    Restoran Kanibal: Menu Daging Manusia

    Restoran Kanibal Menyuguhkan Daging Manusia Itu Memang Ada!

    Restoran Kanibal Menyuguhkan Daging Manusia Itu Memang Ada!

    Ini Khasiat Jahe Merah dan Pinang Muda untuk Vitalitas Pria

    Ini Khasiat Jahe Merah dan Pinang Muda untuk Vitalitas Pria

    Kearifan Lokal dan Budaya Masa Silam yang Hampir Punah

    Kearifan Lokal dan Budaya Masa Silam yang Hampir Punah

    Lebih Akrab dengan Pengobatan Kepret Ala Sinshe Awi Bagian I

    Lebih Akrab dengan Pengobatan Kepret “Ala” Sinshe Awi (Bagian I)

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Game of Thrones
    • MotoGP 2017
    • eSports
    • Fashion Week
  • Kolom
  • Entertainment
    • All
    • Movie
    • Sports
    Timnas Garuda menuju piala dunia 2026

    Timnas Garuda menuju piala dunia 2026

    Islamofobia ala Bollywood:  akankah menular ke Indonesia?

    Islamofobia ala Bollywood: akankah menular ke Indonesia?

  • DNI TV
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • All
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Politics
    • Science
    Di tahun 2026, masalah politik dan hukum harus tuntas agar tidak membebani kita

    Di tahun 2026, masalah politik dan hukum harus tuntas agar tidak membebani kita

    NGO: wacana Pilkada tak langsung didukung elite partai namun ditolak rakyat

    NGO: wacana Pilkada tak langsung didukung elite partai namun ditolak rakyat

    Serang Venezuela cara Trump beri sinyal ke China dan Rusia, AS masih digdaya

    Serang Venezuela cara Trump beri sinyal ke China dan Rusia, AS masih digdaya

    KUHP–KUHAP resmi berlaku,  penegak hukum dihadapkan pada ujian integritas

    KUHP–KUHAP resmi berlaku, penegak hukum dihadapkan pada ujian integritas

    Dino Patti Djalal puji sikap tegas Anies Baswedan soal Venezuela

    Dino Patti Djalal puji sikap tegas Anies Baswedan soal Venezuela

    LBH Muhammadiyah desak polda uji forensik independen ijazah Jokowi

    LBH Muhammadiyah desak polda uji forensik independen ijazah Jokowi

    Trending Tags

    • Trump Inauguration
    • United Stated
    • White House
    • Market Stories
    • Election Results
  • Tech
    • All
    • Apps
    Jawaban obyektif AI jika ditanya apakah Jokowi presiden terburuk di dunia

    Jawaban obyektif AI jika ditanya apakah Jokowi presiden terburuk di dunia

    Petra Christian University raih marketplace berbasis AI terbaik di Asia

    Petra Christian University raih marketplace berbasis AI terbaik di Asia

    Trending Tags

    • Nintendo Switch
    • CES 2017
    • Playstation 4 Pro
    • Mark Zuckerberg
  • Lifestyle
    • All
    • Budaya
    • Health
    • Travel
    Berlebaran gaya Betawi: Habib, Mudik, Milir, hingga ngejot

    Berlebaran gaya Betawi: Habib, Mudik, Milir, hingga ngejot

    Restoran Kanibal: Menu Daging Manusia

    Restoran Kanibal: Menu Daging Manusia

    Restoran Kanibal Menyuguhkan Daging Manusia Itu Memang Ada!

    Restoran Kanibal Menyuguhkan Daging Manusia Itu Memang Ada!

    Ini Khasiat Jahe Merah dan Pinang Muda untuk Vitalitas Pria

    Ini Khasiat Jahe Merah dan Pinang Muda untuk Vitalitas Pria

    Kearifan Lokal dan Budaya Masa Silam yang Hampir Punah

    Kearifan Lokal dan Budaya Masa Silam yang Hampir Punah

    Lebih Akrab dengan Pengobatan Kepret Ala Sinshe Awi Bagian I

    Lebih Akrab dengan Pengobatan Kepret “Ala” Sinshe Awi (Bagian I)

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Game of Thrones
    • MotoGP 2017
    • eSports
    • Fashion Week
  • Kolom
  • Entertainment
    • All
    • Movie
    • Sports
    Timnas Garuda menuju piala dunia 2026

    Timnas Garuda menuju piala dunia 2026

    Islamofobia ala Bollywood:  akankah menular ke Indonesia?

    Islamofobia ala Bollywood: akankah menular ke Indonesia?

  • DNI TV
No Result
View All Result
Daily News Indonesia
No Result
View All Result
Home News Megapolitan

Pidato ilmiah Prof. Komaruddin Hidayat: kita adalah bangsa yang tersandera

26 Januari 2025
in Megapolitan
0
Pidato ilmiah Prof. Komaruddin Hidayat: kita adalah bangsa yang tersandera

Daily News | Jakarta – Universitas Paramadina merayakan ulang tahunnya yang ke-27 di Auditorium Nurcholis Madjid, yang terletak di lantai 8 Gedung Nurcholis Madjid, Kampus Paramadina, Cipayung, pada hari Jumat, 10 Januari 2025. Acara tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting seperti John Riady (CEO PT. Lippo Karawaci), Aminudin (Corporate Secretary Triputra Group), dan Ari Dharma Stauss (Konrad Adenauer Stiftung), beserta tamu undangan lainnya.

Acara dibuka dengan sidang Senat yang dipimpin oleh Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini. Dalam sambutannya, ia menyoroti pertumbuhan universitas, yang saat ini melayani 5.800 mahasiswa dengan target mencapai 10.000 mahasiswa, sebagaimana diamanatkan oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Paramadina, Bapak Jusuf Kalla. Universitas Paramadina juga merayakan prestasi akademiknya, dengan 7 orang guru besar, 15 orang calon guru besar, 57 orang dosen, dan masih banyak lagi asisten ahli yang terus bertambah.

RelatedPosts

NGO: wacana Pilkada tak langsung didukung elite partai namun ditolak rakyat

Dino Patti Djalal puji sikap tegas Anies Baswedan soal Venezuela

Said Didu berbagi catatan pertemuan diaspora Indonesia: rakyat masih bersabar, sampai kapan?

Hendro Martowardojo, Ketua Yayasan Paramadina, menyampaikan rasa bangganya atas kemajuan universitas ini. “Pembangunan kampus ini diawali dengan niat dan kerja keras yang besar, dan kita berharap kampus ini terus berkembang dan menjadi mercusuar pendidikan di masa mendatang,” ungkapnya.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Komaruddin Hidayat merefleksikan perjalanan panjang bangsa Indonesia, dari era kolonial hingga demokrasi modern. Ia mengajak masyarakat untuk memahami pelajaran sejarah sebagai landasan untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Ia mengawali dengan memuji visi para pemuda pada masa pergerakan Budi Utomo tahun 1908, seperti Muhammad Yamin, W.R. Supratman, Soegondo, dan lain-lain, yang sejak usia muda sudah memiliki impian besar untuk mempersatukan Indonesia. “Di usianya yang belum menginjak 25 tahun, mereka sudah berani bermimpi besar, yang kemudian menjadi pegangan generasi 1945 dan menjadi cikal bakal berdirinya negara Indonesia,” ungkapnya.

Prof. Komaruddin menegaskan, kemampuan membaca tanda-tanda zaman sangat penting bagi para pendiri bangsa dalam membangun fondasi negara. Tanpa kepemimpinan yang visioner, Indonesia mungkin tidak akan pernah bisa berdiri sebagai negara merdeka.

Ia kemudian menyoroti peran Sukarno sebagai tokoh pembangun bangsa, yang berjuang keras bersama Mohammad Hatta untuk mempersatukan bangsa. Tragedi 1965 mengantarkan Soeharto bangkit sebagai tokoh pembangun negara, yang berfokus pada pembangunan ekonomi dan stabilitas politik. “Soeharto kemudian dikenal sebagai Bapak Pembangunan, meskipun pada akhirnya ia gagal mengatasi utang luar negeri dan tuntutan masyarakat yang terus meningkat, sehingga ia pun mengundurkan diri,” ungkapnya.

Ia juga mengulas masa transisi yang ditandai oleh kepemimpinan BJ Habibie, Gus Dur, dan Megawati, mencatat kontribusi mereka terhadap reformasi dan demokratisasi, yang mencakup desentralisasi, kebebasan berserikat, dan pengenalan sistem multipartai, yang semuanya dilanjutkan oleh Presiden SBY dengan stabilitas politik dan pengakuan internasional.

Namun, ia menegaskan bahwa era reformasi belum sepenuhnya mengatasi masalah korupsi. Pada Pemilu 2014, demokrasi Indonesia memasuki babak baru dengan Presiden Jokowi sebagai simbol demokrasi sejati. Kendati demikian, ia melihat komitmen terhadap nilai-nilai demokrasi mulai melemah, seperti yang terlihat dalam dinamika politik terkini, termasuk kebangkitan politik Gibran.

Ke depan, Prof. Komaruddin berharap pemimpin seperti Prabowo memiliki pengalaman militer dan latar belakang pendidikan yang mumpuni. Ia berharap pemimpin masa depan dapat belajar dari perjalanan panjang presiden sebelumnya.

Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa demokrasi tidak selalu menghasilkan pemimpin yang demokratis. “Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang cukup berat karena elite politik lebih fokus pada akumulasi kekayaan dan kekuasaan, yang pada akhirnya menghambat mobilitas sosial dan suara rakyat,” pungkasnya.

Ia menekankan pentingnya kebijakan yang visioner dan berpihak pada rakyat untuk memperkuat Indonesia sebagai bangsa, baik secara ekonomi maupun militer. “Kita butuh pemimpin yang tidak hanya memahami sejarah, tetapi juga mampu membangun masa depan dengan kebijakan yang adil dan berpihak pada kepentingan rakyat,” tutupnya.

Ibu Omi Komaria Madjid, istri almarhum Prof. Nurcholis Madjid, memberikan pesan yang menginspirasi bagi Universitas Paramadina untuk menjunjung tinggi nilai-nilai inti seperti kejujuran, toleransi, dan keteladanan di depan umum. “Ini adalah mimpi Cak Nur yang harus terus diwujudkan,” ungkapnya dengan haru dan bangga.

Jusuf Kalla, Ketua Dewan Pembina Yayasan Paramadina, menambahkan refleksi historis tentang peran Universitas Paramadina dalam pendidikan tinggi di Indonesia. “Setelah 23 tahun berpindah dari satu tempat ke tempat lain, Paramadina kini memiliki rumah sendiri. Kami berharap kampus ini terus menjadi wadah bagi para pemikir kelas menengah yang berkontribusi bagi bangsa,” ungkapnya.

“Alhamdulillah, setelah 23 tahun berpindah dari satu tempat ke tempat lain, Universitas Paramadina kini memiliki rumah sendiri,” kata Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla. Ia juga memuji Pak Hendro dan Pak Wija atas kerja keras mereka dalam mewujudkan mimpi ini.

Dalam pidatonya, Jusuf Kalla juga menyoroti kontribusi signifikan tiga tokoh utama dalam pengembangan pemikiran Islam dan kelas menengah di Indonesia: BJ Habibie melalui ICMI, Nurcholish Madjid (Cak Nur) dengan ceramah-ceramah Islam eksekutifnya untuk kelas menengah yang dinamis, dan Abdul Latif, yang memperkenalkan ONH Plus, yang menyediakan akses yang lebih luas bagi umat Islam Indonesia.

“Ketiga tokoh ini memainkan peran penting dalam membangun dan menginspirasi kelas menengah Indonesia,” tegasnya.

Jusuf Kalla juga mencatat bahwa Indonesia memiliki sekitar 4.500 lembaga pendidikan tinggi, mulai dari yang besar hingga yang kecil. Ia berharap Universitas Paramadina dapat memposisikan dirinya di antara universitas-universitas terkemuka di Indonesia. “Saya berharap Paramadina terus tumbuh menjadi institusi yang unggul dengan pemikiran visioner yang diwariskan oleh Cak Nur,” pungkasnya. (EJP)

Tags: kita adalah bangsa yang tersanderaPidato ilmiah Prof. Komaruddin Hidayat
SendShareTweet

Related Posts

NGO: wacana Pilkada tak langsung didukung elite partai namun ditolak rakyat
Megapolitan

NGO: wacana Pilkada tak langsung didukung elite partai namun ditolak rakyat

10 Januari 2026
Dino Patti Djalal puji sikap tegas Anies Baswedan soal Venezuela
Megapolitan

Dino Patti Djalal puji sikap tegas Anies Baswedan soal Venezuela

10 Januari 2026
Said Didu berbagi catatan pertemuan diaspora Indonesia: rakyat masih bersabar, sampai kapan?
Megapolitan

Said Didu berbagi catatan pertemuan diaspora Indonesia: rakyat masih bersabar, sampai kapan?

10 Januari 2026
Wacana pilkada tidak langsung demi untungkan partai penguasa?
Megapolitan

Wacana pilkada tidak langsung demi untungkan partai penguasa?

30 Desember 2025
Desakan adili Jokowi menggema di hari ibu, aktivis perempuan minta presiden tegas
Megapolitan

Desakan adili Jokowi menggema di hari ibu, aktivis perempuan minta presiden tegas

30 Desember 2025
Partai Masyumi ajukan 5 tuntutan reformasi pajak
Megapolitan

Partai Masyumi ajukan 5 tuntutan reformasi pajak

30 Desember 2025
Next Post
Penghapusan PT: parpol berlomba-lomba dukung Anies Baswedan untuk 2029

Penghapusan PT: parpol berlomba-lomba dukung Anies Baswedan untuk 2029

Discussion about this post

Di tahun 2026, masalah politik dan hukum harus tuntas agar tidak membebani kita
Hukum

Di tahun 2026, masalah politik dan hukum harus tuntas agar tidak membebani kita

10 Januari 2026
0

Harapan kita, tahun ini Prabowo menuntaskan semua masalah hukum. Jangan lagi kita tersandera kasus yang remeh-temeh tapi bisa menjadi abuse...

Read more
NGO: wacana Pilkada tak langsung didukung elite partai namun ditolak rakyat

NGO: wacana Pilkada tak langsung didukung elite partai namun ditolak rakyat

10 Januari 2026
Serang Venezuela cara Trump beri sinyal ke China dan Rusia, AS masih digdaya

Serang Venezuela cara Trump beri sinyal ke China dan Rusia, AS masih digdaya

10 Januari 2026
KUHP–KUHAP resmi berlaku,  penegak hukum dihadapkan pada ujian integritas

KUHP–KUHAP resmi berlaku, penegak hukum dihadapkan pada ujian integritas

10 Januari 2026
Dino Patti Djalal puji sikap tegas Anies Baswedan soal Venezuela

Dino Patti Djalal puji sikap tegas Anies Baswedan soal Venezuela

10 Januari 2026
Di tahun 2026, masalah politik dan hukum harus tuntas agar tidak membebani kita
Hukum

Di tahun 2026, masalah politik dan hukum harus tuntas agar tidak membebani kita

10 Januari 2026
0

Harapan kita, tahun ini Prabowo menuntaskan semua masalah hukum. Jangan lagi kita tersandera kasus yang remeh-temeh tapi bisa menjadi abuse...

Read more
NGO: wacana Pilkada tak langsung didukung elite partai namun ditolak rakyat

NGO: wacana Pilkada tak langsung didukung elite partai namun ditolak rakyat

10 Januari 2026
Serang Venezuela cara Trump beri sinyal ke China dan Rusia, AS masih digdaya

Serang Venezuela cara Trump beri sinyal ke China dan Rusia, AS masih digdaya

10 Januari 2026
KUHP–KUHAP resmi berlaku,  penegak hukum dihadapkan pada ujian integritas

KUHP–KUHAP resmi berlaku, penegak hukum dihadapkan pada ujian integritas

10 Januari 2026
Dino Patti Djalal puji sikap tegas Anies Baswedan soal Venezuela

Dino Patti Djalal puji sikap tegas Anies Baswedan soal Venezuela

10 Januari 2026
Daily News Indonesia

Sepekan - Samari - Sam Traveler

Navigate Site

  • Home
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
  • Info Iklan
  • Indeks
  • KBA News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Tech
  • Lifestyle
  • Kolom
  • Entertainment
  • DNI TV

Sepekan - Samari - Sam Traveler