Daily News | Jakarta – Modal elektoral Anies tersebut jika dirawat dengan tepat akan menjadi pondasi yang kuat menuju kontestasi Pilpres 2029 mendatang. #kbanews
Begitulah, tokoh nasional Anies Rasyid Baswedan dinilai media dan pengamat menjadi simbol oposisi modern. Gubernur Jakarta periode 2017-2022 tersebut mempunyai basis loyal yang tidak kecil. Meski tidak menjadi Presiden RI, peforma Anies dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) tak bisa dianggap remeh.
Dikutip KBA News dari kanal YouTube Patra Data, Jumat, 22 Agustus 2025, kemenangan pasangan Anies-Muhaimin di Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatera Barat plus kekalahan tipis di Provinsi Jakarta (dengan memperhitungkan suara luar negeri dimasukkan) dinilai sebagai modal penting untuk elektoral Anies Baswedan.
‘’Modal tersebut jika dirawat dengan tepat akan menjadi fondasi yang kuat menuju kontestasi Pilpres 2029 mendatang,’’ kata sang host dalam program yang berjudul Anies Baswedan dan Kendaraan Baru Menuju 2029?
Pertanyaannya sekarang bukan mengapa Anies kalah dalam Pilpres 2024. Akan tetapi bagaimana dia membangun momentum dari kekalahannya tersebut. Sebab, kekalahan tidak selalu menjadi akhir dalam politik.
‘’Ia bisa menjadi jeda menuju arah baru. Anies Baswedan hari ini bukan hanya mantan gubernur atau capres dalam Pilpres 2024. Ia telah menjadi ikon oposisi modern. Cerdas, artikulatif dan berintegritas.’’
Lalu bagaimana jalan politik Anies di tahun 2029. Ia tidak diam. Anies membentuk Aksi Bersama, sebuah organisasi sosial politik inklusif yang mengutamakan aksi dan kebaikan nyata. Di mana salah satu hasil kerja Aksi Bersama adalah Jembatan Titian Persatuan.
‘’Jembatan tersebut menegaskan bahwa kepada publik jika Anies bukan sekadar narasi tapi menjadi aksi nyata di akar rumput.’’
Di sisi lain, relawan Anies Baswedan juga mendirikan Gerakan Rakyat dengan Sahrin Hamid sebagai Ketua Umum DPP Gerakan Rakyat. Berbeda dengan Aksi Bersama, Gerakan Rakyat memiliki struktur organisasi yang lebih politis dan terpusat.
‘’Bahkan disebut-sebut tengah dipersiapkan menjadi kendaraan politik resmi bagi Anies Baswedan. Jika benar maka Gerakan Rakyat berpotensi akan menjadi partai baru.’’ (DJP)