Daily News | Jakarta – Anies Baswedan menyambut kembalinya sahabatnya, mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong, yang akrab disapa Tom, usai bebas dari tahanan sembilan bulan terkait kasus dugaan korupsi impor gula. Keduanya tampil dalam siaran langsung TikTok dan YouTube bertema *“Welcome Back Tom!”* pada 7 Agustus 2025.
Anies bercerita bahwa Tom hanya tiga hari beristirahat di rumah sebelum kembali beraktivitas, bertemu tokoh, dan membuat podcast. Padahal, saat pembebasan, Anies sempat meminta publik memberi ruang bagi Tom untuk menikmati waktu bersama keluarga. Banyak warganet meminta keduanya kembali berduet di TikTok, sehingga Anies memutuskan mengadakan sesi live.
Dalam perbincangan itu, Anies mengucapkan terima kasih kepada Tom yang dinilainya kuat dan tabah melewati ujian berat. Ia lalu menanyakan proses penahanan pertama kali pada 29 Oktober 2024. Menurut Anies, biasanya Tom pulang usai pemeriksaan, tetapi saat itu tak ada kabar hingga muncul berita penahanan.
Tom menceritakan kronologi hari itu: setelah pemeriksaan, ia ditinggal sendirian di ruangan tanpa komunikasi selama beberapa jam, lalu malam harinya diberitahu pimpinan memutuskan ia ditahan. Ia mengaku sudah memahami risiko politik mendukung Anies-Muhaimin, sehingga kaget tidak kaget mendengar keputusan itu.
Ia juga menolak penasihat hukum yang disediakan Kejaksaan karena tidak mengenalnya. “Pasti shock, tapi langsung dibacakan berita acara penahanan, tes kesehatan, dan disodorkan penasihat hukum,” ujarnya.
Anies menyoroti kejanggalan bahwa Tom selalu datang pemeriksaan tanpa pengacara. Tom menjelaskan ia mengira dihadirkan sebagai saksi untuk menjelaskan fakta sembilan tahun lalu. Meski ada rasa curiga akan risiko ditahan, ia memilih berpikir positif. Setelah proses administrasi, ia mengenakan rompi pink dan diborgol.
Tom mengaku saat itu hanya punya dua pilihan: menangis atau tersenyum, dan ia memilih tersenyum. Ia bahkan berpesan kepada istrinya, Franciska, untuk “terus bersinar dan tetap adem” apa pun yang terjadi, meski menyadari senyum tersangka bisa memicu reaksi negatif publik.
Selepas bebas dari Rutan Cipinang pada 1 Agustus 2025, sehari setelah menerima abolisi Presiden, Tom bersyukur bisa kembali ke rumah meski awalnya merasa grogi. “Seperti membuka pintu bendungan setelah sembilan bulan memendam frustrasi dan kegelisahan,” ujarnya.
Kini, Tom mulai kembali beraktivitas, bertemu tokoh, dan membuat konten publik. Anies mengaku senang bisa kembali berbincang tanpa batasan dan menyapa pengikutnya bersama Tom. “It’s nice to have you back,” kata Anies, disambut Tom dengan “It’s amazing to be back.” (DJP)