Daily News | Jakarta – Negara Indonesia harus bisa menjaga keteduhan di wilayah regional Asia Tenggara. Hal tersebut diungkapkan tokoh nasional Anies Rasyid Baswedan dalam acara Gerakan Rakyat yang diselenggarakan belum lama ini, di Jakarta.
‘’Indonesia harus bisa menjaga keteduhan wilayah ASEAN,’’ kata Anies sebagaimana dikutip KBA News dari kanal YouTube pribadinya, Selasa, 5 Agustus 2025.
Jadi, lanjut Anies, Indonesia harus menjadi kekuatan di masa mendatang. Kekuatan masa depan di benua Asia. ‘’Dan, Indonesia menjadi kekuatan masa depan dunia,’’ ungkap Gubernur Jakarta periode 2017-2022 tersebut.
Mengapa? Kata Anies, karena Indonesia memiliki bekal dan menjaga wilayah ASEAN. Sehingga, membuat kawasan ini teduh. ‘’Upaya tersebut tidak sebentar. Ini dimulai tahun 1965 melalui pertemuan Menteri Pendidikan di Asia Tenggara. Waktu itu belum ada yang namanya organisasi ASEAN.’’
Para Menteri Pendidikan di Asia Tenggara itu berkumpul dan mengatakan, ‘’Kita tidak mungkin wilayah ini tenang dan teduh jika pendidikan kita tidak berinteraksi bersama-sama,’’ terang Anies yang juga Mendikbud RI periode 2014-2016 tersebut.
Lanjut dia, dari pertemuan para Menteri Pendidikan se-Asia Tenggara itulah, gagasan dibentuknya organisasi ASEAN. Begitu terbentuk, akhirnya, menjadi sebuah wilayah baru. ‘’Di mana kita kenal kolaborasinya dengan nama ASEAN.’’
Organisasi ASEAN saat ini beranggotakan sepuluh negara di Asia Tenggara. Negara-negara tersebut adalah: Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Anies melanjutkan, wilayah Asia Tenggara ini teduh dan itu berbeda dengan Asia Selatan dan Asia Timur. Yang diketahui, di sisi timur ada beberapa unsur kekuatan. Di timur, ada Tiongkok yang paling besar, ada Jepang, Korea Selatan dan Korea Utara. Ada pula Masyarakat Taiwan. ‘’Ini semua adalah wilayah yang suasananya tegang. Bukan wilayah yang suasanya teduh seperti Asia Tenggara atau ASEAN,’’ kata alumnus UGM Yogya ini.
Kemudian, masuk ke Asia Selatan. Ada India yang paling besar. Kemudian, ada Pakistan, Bangladesh, ada Srilanka dan sedikit Afghanistan. ‘’Wilayah itu bukan wilayah yang teduh. Asia Selatan itu wilayah tegang.’’ (HMP)