Daily News | Jakarta – Dasco memberikan informasi kepada Gibran bahwa Presiden Prabowo dalam statusnya sebagai seorang kepala negara memang punya hak istimewa, yakni hak prerogatif memberikan amnesti dan abolisi.
Maka, politisi, aktivis, sekaligus pendiri Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle Syahganda Nainggolan mengatakan tujuan Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi D Dasco Ahmad bersedia bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada beberapa waktu lalu adalah untuk keseimbangan informasi. Hal ini karena dilatar belakangi kenyataan bahwa setelah adanya pemberian abolisi kepada Tom Lembong dan amnesti kepada Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto itu membuat Jokowi dan kelompok pendukungnya marah.
‘’Mereka marah kepada Presiden Prabowo. Maka sebagai motor demokrasi di pemerintahan ini, maka Pak Dasco harus memberikan keseimbangan informasi. Dia sewaktu bertemu itu menjelaskan bahwa pemberian abolisi dan amnesti itu merupakan hak prerogatif Prabowo sebagai kepala negara,’’ kata Syahganda kepada KBA News, Senin siang, 11 Agustus 2025.
Menurutnya, Prabowo dalam statusnya sebagai seorang kepala negara memang punya hak istimewa, yakni hak prerogatif, Dalam aturan konstitusi telah jelas bahwa seorang kepala negara diberi keistimewaan atau memungkinkan untuk mengambil keputusan atau tindakan di luar aturan atau prosedur umum, misalnya abolisi dan amnesti. ’’Jadi Pak Dasco menerangkan hal seputar itu saja,’’ ujarnya.
Pada sisi lain, setelah Presiden Prabowo memberikan abolisi kepada Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto tersebut, maka kini publik perlu memahami isyarat bahwa Jokowi tak perlu lagi ‘cawe-cawe’ dalam pemerintahannya. Apalagi kini masa pemerintahan Prabowo sudah berlangsung hampir satu tahun lamanya.
‘’Karena sudah satu tahun usia pemerintahannya, Prabowo jelas butuh tindakan baru agar semua program pemerintahannya berjalan lancar. Maka kelompok-kelompok yang kini berada di luar pemerintahan seperti Kelompok PDI Perjuangan dan Anies Baswedan harus dirangkulnya. Atau dalam istilah lain kini pemerintahan Presiden Prabowo perlu darah segar,’’ tegas Syahganda yang merupakan juga aktivisis buruh yang pernah dipenjara semasa rezim Jokowi karena memprotes terkait omnibus law UU Cipta Kerja.
Pada sisi lain, melalui usaha merangkul berbagai pihak yang anti Jokowi merupakan usaha konkret untuk membuat kestabilan suasana politik.
“Dengan memberikan abolisi dan amnesti itu Presiden Prabowo memberi isyarat bahwa ke depan tidak akan ada lagi kriminalisasi politik kepada pihak tertentu. Melalui sosok Pak Dasco itulah keseimbangan informasi berusaha dijaga dengan baik. Dan saya yakin nanti usai perayaan 17 Agustus akan ada kebijakan perubahan besar dari Presiden,’’ tandas Syahganda.
Seperti dilansir berbaai media, beberapa waktu lalu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka makan siang bersama Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. Gibran pun membagikan momen langka pertemuan tersebut melalui akun media sosialnya. Hal ini bisa dilihat dalam unggahan akun Instagram Gibran, Sabtu (9/8/2025). Di sana terlihat Gibran dan Dasco berada dalam satu meja makan. Keduanya terlihat duduk berhadapan. (DJP)