Komisi reformasi polri bentukan Prabowo: sebuah catatan kritis guru besar UIN Yogyakarta
Kenaikan pangkat harus berjenjang dan objektif, bukan berbasis koneksi. Ini penting agar tidak terjadi kecemburuan sosial, sekaligus mendorong kompetisi sehat
Kenaikan pangkat harus berjenjang dan objektif, bukan berbasis koneksi. Ini penting agar tidak terjadi kecemburuan sosial, sekaligus mendorong kompetisi sehat
Transparan itu ya harus diaudit dong. Iya kan? Kemarin KPK bilang ada uang kemungkinan pemerintah membeli tanahnya sendiri. Nah, itu ...
Tindakan Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan mengambil alih masalah empat pulau di Samudera Indonesia yang dipertikaikan antara Provinsi Nangroe Atjeh ...
Presiden Prabowo Subianto akan menghadapi hambatan serius dalam memberantas korupsi jika tidak segera mengganti tiga pejabat kunci di bidang hukum, ...
Forum Tanah Air (FTA) menilai satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto belum mampu lepas dari bayang-bayang rezim sebelumnya.
Pembentukan kabinet seharusnya tidak sekadar menjadi ajang bagi-bagi kekuasaan kepada para pendukung, melainkan untuk membangun soliditas dan memaksimalkan kinerja pemerintahan
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai sangat berantakan dan tidak konsisten dengan kebijakannya. Hal ini terlihat dari wacana reformasi Polri
Desakan agar Presiden Prabowo Subianto menindaklanjuti dugaan penyimpangan hukum yang dilakukan mantan Presiden Joko Widodo terus menguat di tengah masyarakat
Kalau Polri dan TNI terus bergerak untuk saling bersaing satu sama lain atau berlomba untuk menguasai institusi sipil, dan itu ...
Pengamat politik, Agung Baskoro bicara mengenai Presiden Prabowo Subianto yang masih menyinggung nama Anies Baswedan hingga saat ini.
DNI | Jakarta - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) merestorasi pesawat angkut multiguna CN235-100M A-2305 sehingga kembali laik terbang. Pesawat ini...
Read moreDNI | Jakarta - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) merestorasi pesawat angkut multiguna CN235-100M A-2305 sehingga kembali laik terbang. Pesawat ini...
Read more